PROGRAM PEMELIHARAAN USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG SUPER



1. Menyiapkan Kandang
A. Sanitasi
1). Sanitasi Kandang
a). Membersihkan kandang dari kotoran macro
b). Mencuci kandang menggunakan larutan sabun
c). Membilas Kandang menggunakan air bersih
d). Mengapur menggunakan kapur gamping ke alas dan dinding kandang
e). Menyemprot kandang menggunakan larutan desinfektan
f). Diamkan kandang minimal 1 minggu sebelum DOC datang
2). Sanitasi Peralatan
a). Mencuci peralatan kandang menggunakan sabun cuci
b). Menyemprot peralatan kandang menggunakan larutan desinfektan
B. Menyiapkan Peralatan Kandang
1). Memasang Tirai
2). Memasang lampu pencahayaan
3). Memasang Brooder (lampu pemanas)
4). Memasang tempat pakan
5). Memasang tempat air minum
2. Persiapan chick in
A. Pastikan jadwal kedatangan DOC.
B. Persiapkan semua peralatan dan pastikan semua peralatan siap dipakai.
C. Hidupkan pemanas minimal 3 jam sebelum DOC masuk (kandang inkubator)
D. Siapkan air minum dengan ditambahkan gula 40 gram/liter air.
E. Siapkan kelereng untuk dimasukan kedalam tempat minum.
3. Chick In ( Anak Ayam Datang )       
A. Periksa kondisi DOC. DOC yang ideal adalah :
      1). Berat 36-40 gr/ekor.
       
2). Mata bersinar.
       
3).  Bulu bersih.
       
4). Lincah.
       
5). Dubur bersih.
       
6). Tidak cacat.
       
7). Pusar bersih, tidak ada tonjolan.
B.   Siapkan larutan air gula jawa.
C.   Masukkan DOC ke dalam Inkubator dengan hati-hati.
D.   Pisahkan DOC yang cacat.
E.   Berikan pakan sesuai dgn kebutuhan per ekor/gr.
F.   Periksa suhu di dalam incubator


4.     Pemeliharaan
Minggu
Jumlah ayam per 1,5 m²
Pengaturan tirai
1
90 – 100
Tertutup penuh
2
70 – 80
Terbuka 1/3
3
50 – 60
Terbuka 2/3
4
35 – 40
Terbuka penuh
5 & 6
25 – 30
Terbuka penuh
 7 & 8
16 – 18
Terbuka penuh

Keterangan:
1.    Pengaturan buka/tutup tirai untuk menjaga kualitas udara di dalam kandang.
2.    Lakukan pembukaan tirai pada pagi hari, dan ditutup pada sore hari.
3.    Pengaturan tirai menyesuaikan dengan kondisi lingkungan kandang.
4.    Kapasitas kandang : - kandang DOC per 1     = 100 ekor
                                        - kandang finisher per 1 m²   = 12 – 15 ekor
5.    Penyemprotan desinfektan pada kandang dan area kandang dilakukan 2 s.d 3 hari sekali   untuk mencegah penyakit.
6.    Pada umur 0 s.d 7 hari kandang tertutup rapat, setelah 7 hari dan hari ke 8 tirai kandang DOC mulai terbuka setengah badan dari kandang, minggu ke 3  tirai mulai di buka lebar hingga panen.

Tabel Suhu Inkubator
Umur
Suhu
Kelembaban
0 – 3 hari
31 – 33
55 – 60
4 – 7 hari
31 – 32
55 – 60
8 – 14 hari
28 – 30
55 – 60
15 – 21 hari
26 – 28
55 – 65
≥ 22 hari
25 – 26
60 – 70


A.    Pakan
1).Pemberian pakan pada masa awal pemeliharaan sampai panen diberikan 2 kali          pemberian pakan pukul 16.00 pada sore hari untuk pengecekan kondisi ayam dan suhu kandang pada tiap minggunya. ( cek standar dari suhu yg tertera )
2).Cek kondisi pakan, jangan berikan pakan yang berbau dan jamuran.
3).Jangan gunakan pakan basah berlebihan, walaupun dapat meningkatkan nafsu makan ayam. Pakan yang basah dapat menimbulkan jamur yang berbahaya bagi ayam jika tidak habis.
 4).Tempatkan wadah makan secara merata, berikan pakan pada wadah dan jgn sampai TERCECER.
5). Kebutuhan protein pada masa starter (1-21 hari) adalah 20-22%, dan umur ≥ 22 hari protein 19-21%. (finisher)
6). Pertumbuhan signifikan bobot ayam pada umur 45 s.d 60.
7). R/C untuk setiap ekor 2 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg bobot badan ayam.

Tabel Konsumsi Pakan
Keterangan
Umur ayam/mgg
1
2
3
4
5
6
7
8
Konsumsi pakan per ekor/gr/hari
10
15
20
30
40
50
60
75
Bobot ayam per tiap minggunya
60
100
150
250
400
550
800
1100

Keterangan :
-          Pemberian pakan FURR diberikan mengikuti Tabel konsumsi pakan per tiap minggunya yang telah tertera jelas. Di usahakan teliti, dan jelas, pemberian mengikuti pula dari populasi.
-          Di usahakan jangan ada pakan yang TERCECER.
-          Pemberian pakan Minimal 2 kali dalam 1 hari pada pagi dan sore hari pukul 06.00 dan 16.00 wib.
-          Pemberian minumnya 2 kali dalam 1 hari.

B.      Penyakit
Tetelo (ND)
termasuk juga dalam salah satu jenis penyakit yang tidak jarang menyerang pada ayam kampung dan juga seringkali ditemukan hingga satu dari sedikit banyak Penyakit yang paling mematikan pada Ayam Kampung .
Penyebab : Paramyxivirus
Gejala penyakit Tetelo : pada bagian tubuh Ayam Kampung gemetaran, ngorok, batuk-batuk, kepala berputar-putar dan juga dapat mengakibatkan kelumpuhan pada kaki ataupun sayap, dan cenderung pada kotoran kalau kita lihat akan berwarna putih kehijauan. 
Solusi Pencegahan Tetelo : Dengan memberikan vaksinasi secara rutin dan sanitasi kandang pada ayam yang terkena ND sehingga mesti dibakar.  
Cara Pengobatan : belum ada

Gumboro (gumboro disease)
Penyebab : Melalui virus
Gejala Gumboro : Kebanyakan ayam yang terkena penyakit ini tiba-tiba sakit hingga gemetar namun disertai dengan gejala lain yang berupa bulunya tiba tiba berdiri, amat sangat lesu, enggan untuk bergerak hingga sampai diare putih di seputar anus.
Solusi Pencegahan : Dengan memberikan vaksinasi secara rutin dan juga menjaga sanitasi kandang
Cara Pengobatan : belum ada

Cacing ayam (worm disease)
Penyebab : Cacing
Gejala :  Dalam proses pertumbuhan Ayam bisa tertunda dan Ayam tersebut kurang aktif hingga bulu tampak kusam.
Solusi Pencegahan : Dengan memberikan obat cacing secara teratur seterusnya usahakan untuk melaksanakan sanitasi kandang yang rutin dengan baik, penggantian litter kandang secara rutin, hingga mencegah serangga yang bisa jadi induk semang perantara.
Solusi Pengobatan :  Terdapat sekian banyak kategori obat cacing yang dapat di gunakan seperti pipedon-x liquid, sulfaquinoxalin, sulfamezatin, sulfamerazi & piperazin.

Berak kapur (Pullorum)
Penyebab : Bakteri Salmonella pullorum
Gejala : Pada Anak ayam biasanya akanan kumpul di bawah pemanas dan akan terlihat bagian kepala lesu ditandai dengan menunduk rendah, kotoran melekat padea bulu-bulu di sekitar anus.
Solusi Pencegahan : Jalankan fumigasi yang pas pada  mesin penetas dan juga kandang
Solusi Pengobatan : Obat yang dapat anda gunakan antara lain noxal, quinoxalin 4, coxalin, neo terramycyn atau obat lain serasi rekomendasi ahli.

Berak darah (Coccidiosis)
Penyebab :  protozoa Eimeria sp.
Gejala : Pada anak ayam kelihatan akan terlihat sangat lesu, sayap terkulai hingga kotoran yang di keluarkan oleh Ayam akan encer dan juga akan berwarna coklat campur darah dan pada bulu-bulu di sekitar anus bernoda hingga ayam bergerombol di pinggir atau sisi kandang.
Solusi Pencegahan : Berikhtiar sanitasi yang baik dan juga harus mementingkan  sirkulasi hawa yang baik atau mampu juga dengan pemberian coccidiostat pada makanan tepat takaran
Solusi Pengobatan : noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau yang lain










PROGRAM PEMELIHARAAN
USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG SUPER
“ D’JOPER FARM ”

UMUR
OBAT ATAU VAKSIN YANG DIBERIKAN
TUJUAN
1 hari
Air gula merah
Tambahan energi
2 s.d 14
Vitamin
Mencegah stress dan memacu pertumbuhan,
Mengoptimalkan metabolisme ternak
15 s.d 25
Terapy dan Air putih
Untuk mencegah penyakit, untuk mengobati ayam yang terkena gejala penyakit, mencegah ayam stres pada umur memasuki ke 15 hari.

20 s.d 60

Vitamin dan Air Putih

Mencegah penyakit, Menambah Kekebalan, Mencegah stress, Menambah nafsu makan dan lain-lain.

1 s.d 60

Tetra Clore

Tetra Clore digunakan bila ayam sudah keadaan sudah positif terjangkit penyakit, pisahkan ayam yang sudah positif terjangkit penyakit di dalam kandang karantina.




Keterangan :
-                                        Vitamin : Pemberian Vitamin diberikan pada pagi hari sesuaikan dengan dosis pada ayam melihat skala umur.
-                                          Obat-obatan : Obat-obatan digunakan ketika ayam terlihat terjangkit penyakit, bila terlihat masih gejala dapat digunakan Therapy penggunaannya 5 hari berturut-turut pada pagi hari dan sore harinya air putih, dan ketika positif terjangkit penyakit ayam diberikan Tetra Clore sesuaikan pemberiannya dgn skala umur dr ayam tersebut.






 

Komentar